Aplikasi APH Metarhizium Cair Mendukung Pengendalian Hama Oryctes Pada Tanaman Kelapa Bido
Sofifi (20/12) - Mendukung Program Hilirisasi Kelapa Tanpa Kimia di Maluku Utara, BRMP Maluku Utara kembali mempraktikkan pengendalian hama kumbang badak Oryctes rhinoceros ramah lingkungan. Memanfaatkan Agen Pengendalian Hayati (APH) Metarhizium yang dikembangkan melalui Metabolit Sekunder (MS) cair dilakukan penyemprotan pada tanaman kelapa Bido terserang hama O. rhinoceros.
Aplikasi APH ini merupakan paket lengkap menyusul aplikasi APH yang sama dalam bentuk padat (butiran) pada dua minggu sebelumnya. “Mode of action” APH Metarhizium cair sama dgn versi padatnya namun kontak ke spesies hama sasaran baik imago (kumbang) maupun larva (ulat) diharapkan lebih cepat.
Aplikasi APH dilakukan pada sore hari dgn cara disemprot menggunakan alat semprot kecil (kapasitas 2 L) utk mempermudah saatnaplikasi. Cairan APH disemprotkan di beberapa tempat seperti titik tumbuh, cela antara batang dan pelepah serta bagian batang dan pelepah bekas gerekan. APH akan menginfeksi dan hidupbdi tubuh serangga hama, menghancurkan kutikula dan tembus ke bagian dalam tubuh hama. APH akan tumbuh di permukaan tubuh dan mengisap cairannya sehingga hana mati. APH yang tumbuh di permukaan tubuh tersebut akan diambil sebagai sumber inokulum baru guna perbanyakan APH. Hal ini dilakukan di laboratorium LUPH Ternate bersama JF POPT dan teknisi BRMP Maluku Utara.